Traveling Asyik dengan Aneka Kuliner Campuran Sasa Santan Kelapa

Belum lama ini kakak perempuan saya menikah dengan laki-laki asal Palembang. Selain acara ‘manten’, saya dan adik saya mengagendakan traveling di sana. Kami termasuk penyuka makanan bersantan dan memutuskan untuk mencoba 5 makanan berkuah khas Palembang. Ternyata Sasa Santan Kelapa populer dipakai para pebisnis kuliner di kota ini.

Kuliner pertama adalah anam. Selain pempek, makanan khas ini juga terkenal, bahkan sering disajikan saat Lebaran oleh warha Lahat, Palembang. Daging dipotong dadu dan dicampur dengan bumbu dari rempah-rempah khas Indonesia, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica, lengkuas, jahe, pala, cengkeh, serai, temu kunci, dan daun jeruk.

Semua bumbu halus ditumis sampai matang lalu diberi Sasa Santan Kelapa yang aroma dan rasa se-segar kelapa yang langsung diperas. Jadi, rasanya tidak kalah dengan kelapa segar hasil perasan manual. Setelah mengeluarkan minyak dan daging terasa empuk, berarti sudah matang. Kuah kuning dan taburan bawangnya sangat menggugah selera.

Kami pun langsung melahap dengan cepat karena selain tampilannya, kombinasi dengan lontong membuat kami tiba-tiba merasa sangat lapar. Tempat makan yang kami kunjungi cukup ramai dan orang-orang yang sudah selesai makan menunjukkan raut puas dengan makanan khas ini.

Kuliner kedua adalah celimpungan yang berbentuk bulat serta dibuat dari adonan sagu dan ikan, jadi mirip pempek. Bedanya, celimpungan ini direbus dengan kuah santan berbumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, dan kemiri. Saat adonan bulat dibentuk bawang goreng juga dimasukkan agar semakin menambah aroma harum. Maknyus!

Kuliner selanjutnya yaitu laksan dengan bahan dasar seperti pempek dan celimpungan. Ikan yang dipakai biasanya ikan belida, gabus, dan tenggiri. Ketiga jenis ikan ini menjanjikan nutrisi lengkap seperti karbohidrat, kalsium, zat besi, serta protein hewani yang dibutuhkan tubuh. Kuah putih kentalnya yang gurih sangat disukai anak-anak Palembang.

Kuliner keempat yaitu burgo yang rasanya kenyal dengan tampilan menarik seperti kwetiaw. Bahan yang digunakan yaitu tepung beras dan tepung sagu yang dibuat adonan rata dan digoreng seperti dadar berukuran tipis.

Dadar burgo kemudian digulung dan diiris kasar. Saat makan burgo yang dilengkapi kuah santan hangat, sambal, dan taburan bawang goreng ini, saya merasa sedang berada di Negeri Bollywood. Ya, selain kwetiaw di Indonesia, saya juga seperti sering melihat masakan seperti ini di film-film India. Benar-benar mantap.

Kuliner kelima sebenarnya lebih tepat disebut camilan, yaiu dadar jiwo. Bentuknya mirip pempek dengan isi berupa tumis santan pepaya muda. Santan produk Sasa yang gurih dan tanpa pengawet cocok untuk ditumis bersama daun pepaya. Bagian kulit terbuat dari telur, terigu, dan air. Garnish-nya mirip kue gandus, yaitu bawang goreng dan cabai merah.

Lengkap sudah wisata kuliner untuk mengisi traveling dadakan kami ini. Pemilihan santan instan dari produk Sasa yang sudah matang dan siap pakai sering didorong oleh kepraktisannya. Selain itu, semua kedai yang kami kunjungi juga laris manis yang menandakan kualitas rasanya memang benar-benar sudah dipercaya banyak konsumen.

Lima kuliner kami coba jajal selama 2 hari, untuk makan pagi-siang-malam-pagi-siang. Kuliner singkat yang mengesankan. Sayangnya, kami belum mencoba minuman atau kue lain khas Palembang yang bersantan karena Sasa Santan, Aslinya Santan memang cocok untuk segala jenis masakan, makanan, dan minuman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *