10 Manfaat Jangka Panjang Tidur Sesuai Tuntunan Rasul SAW

Masih suka begadang tidak jelas dan tidak memperhatikan waktu tidur Anda? Hati-hati! Kebiasaan tidak baik ini dapat mengganggu kesehatan. Apalagi jika berlangsung lama dan tidak ada niat untuk mengubah kebiasaan itu, akan mempengaruhi kesehatan Anda di masa tua. Setiap organ tubuh memiliki haknya untuk istirahat. Jika terus diforsir, mereka pun bisa ‘protes’, lalu sakitlah Anda.

Lantas bagaimana cara mengatur waktu istirahat dan etika tidur yang baik dan benar itu? Jika bingung dengan suatu perkara, kembalilah kepada hukum dan aturan Allah melalui ketaatan terhadap Sunnah Rasul SAW. Dengan mengikuti waktu dan etika tidur beliau, tidak hanya kesehatan, tapi keberkahan pun akan Anda raih. Kebiasaan dan manfaat tidur sesuai tuntunan Rasul SAW berikut dapat Anda laksanakan, baik Muslim maupun non-Muslim.

  • Berwudhu Ketika Akan Tidur

Membersihkan anggota tubuh dengan wudhu membantu terindar dari infeksi kuman yang menyerang saat tidur serta membantu mewujudkan tidur berkualitas. Rasul SAW pun bersabda, “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).

  • Membaca Doa dan Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, Serta An-Naas Akan Tidur

Selain terhindar dari gangguan setan, berdo’a mampu menciptakan ketenangan dalam hati dan sebagai antidepresan. Rasulullah SAW jika hendak tidur berdoa, “Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan hidup).

Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad SAW berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangan, meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepala, muka dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali.” (HR. At Tarmidzi).

  • Tidur di Ruangan Gelap

Rasul SAW bersabda: “Apabila kalian tidur, maka padamkanlah lampu-lampu kalian. Sebab, setan-setan berkeliaran seperti tikus dan menabrak (lampu-lampu kalian) sehingga kalian terbakar. (HR Ibnu Hibban). Seorang peneliti menemukan korelasi antara lampu dan kesehatan. Hormon melatonin atau N-acetyl-5-metoksitriptamin yang terbentuk saat tidur di tempat gelap bisa memberi efek antidepresan.

Cahaya lampu (termasuk pancaran dari layar televisi) dapat menyebabkan penurunan kadar hormon melatonin di dalam tubuh yang akan mempengaruhi penurunan sistem imun dan bisa memicu pembentukan sel kanker. Untuk Anda yang pekerja shift malam dan selalu terkena cahaya di malam hari akan meningkatkan risiko gangguan mood dan depresi. Jadi, cari dan pilih perkejaan shift siang saja.

  • Tidur Menghadap Menghadap Kanan dan Ke Arah Kiblat

Posisi tidur terbaik anjuran Rasul SAW ini membuat jantung hanya akan terbebani oleh paru-paru kiri yang berukuran lebih kecil, menempatkan hati pada posisi yang stabil dan baik untuk sistem pencernaan. Penelitian menunjukkan, saat tidur dengan posisi menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus dalam waktu 2,5-4,5 jam. Sedangkan dalam posisilain, makanan selesai dicerna setelah 5-8 jam.

  • Meletakkan Tangan di Bawah Pipi Sebelah Kanan

“Rasulullah Muhammad SAW apabila tidur (beliau) meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud No. 5045, Ibnu Majah No. 3877, At-Tirmidzi No. 3395, dan Ibnu Hibban No. 2350). Jadikan tangan kanan Anda sebagai bantal karena mencegah sakit leher, meningkatkan kualitas tidur, serta menyehatkan tulang belakang karena tulang punggung berada pada kurva alaminya.

  • Tidak Tidur dengan Posisi Telungkup (Tengkurap) dan Telentang

Rasul SAW bersabda: “Sesungguhnya cara tidur seperti ini (tengkurap) dibenci Allah”. Seseorang yang tidur tengkurap di atas perutnya setelah suatu periode tertentu akan mengalami kesulitan bernafas dan menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.

Sedangkan tidur terlentang menyebabkan Anda bernafas melalui mulutnya sehingga rawan terkena flu, keringnya rongga mulut sehingga menyebabkan peradangan pada gusi. Tidur telentang juga membuat jantung mengeluarkan energi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Maka jika semalaman Anda tidur dengan posisi ini, jantung tidak akan mendapatkan kesempatan untuk beristrahat.

  • Bangun pada Sepertiga Malam atau Sebelum Subuh

Segera tidur setelah shalat Isya, sebab empedu aktif bekerja antara jam 11 malam hingga jam 1 pagi. Sementara hati, biasanya aktif bekerja mulai jam 1 malam. Kebiasaan bangun pagi dapat mengoptimalkan proses metabolisme tubuh karena udara pada saat itu sangat kaya akan oksigen dan belum terkontaminasi oleh zat – zat lain. Kerusakan hati pun dapat dihindari dengan kebiasaan ini.

Bangun pagi juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, menurunkan kolesterol jahat, merangsang pembentukkan hormon serotonin yang berfungsinya menjaga keseimbangan mental dan membantu pembentukkan sel darah baru. Kadar gas ozon (O3) yang terdapat pada udara di pagi hari bermanfaat bagi organ-organ saraf, karena dapat mengaktifkan kerja otak dan otot tubuh secara optimal.

  • Berdoa Ketika Bangun Tidur

Seperti halnya doa akan tidur, doa bangun tidur membuat Anda merasa tenang dan tidak depresi. Rasul SAW jika bangun tidur berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur.” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)

  • Mengusap Bekas Tidur, Istinsyaq, Istintsaar dan Bersiwak Ketika Bangun Tidur

“Maka bangunlah Rasulullah Muhammad SAW dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya” (HR. Muslim No. 763 (182). Beristinsyaq dan beristintsaar adalah menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan kembali air dari hidung.

“Apabila Rasulullah Muhammad saw bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255). Kebiasaan ini sudah tentu dapat menjaga kesehatan tubuh dan membuat Anda kembali segar.

  • Tidur/Istirahat di Siang Hari

Kebiasaan tidur atau istirahat siang (sesudah Dzuhur sebelum Ashar) Qoyluulah dianjurkan oleh Rasulul SAW. Qoyluulah yaitu istirahat di pertengahan siang walaupun tidak tidur. Sebuah penelitian baru menjelaskan bahwa tidur siang saat bekerja dapat mengurangi risiko terkena penyakit.

Responden yang menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk tidur siang di kantor dan dilakukan tiga kali dalam sepekan, maka risiko kematian yang disebabkan timbulnya gejala penyakit jantung berkurang sekitar 37%, dibandingkan dengan mereka yang tidak tidur siang di kantor.

Begitu detailnya Islam mengatur kehidupan, dari bangun tidur hingga tidur lagi. Sebuah wujud ketaatan yang dibarengi dengan kebiasaan tidak akan sulit untuk Anda terapkan. Demikian informasi tentang waktu dan etika tidur yang baik sesuai tuntunan Rasul SAW yang diperoleh dari berbagai artikel unik ini dan semoga bermanfaat untuk Anda. Selamat meraih tidur berkualitas Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *